Kronologi Perampokkan Pulomas: Teror Penyekapan di Kamar Mandi 1,5 Meter

redaktur redaktur

Tragedi perampokan sadis di Pulomas.

KARUNAKEPRI.COM, JAKARTA – Hari ini hampir genap sembilan tahun berlalu, tragedi Perampokan sadis di Pulomas yang bukan sekadar kriminal biasa. Ini adalah drama horor dunia nyata, ketika satu rumah mewah berubah jadi ruang penyiksaan yang merenggut nyawa karena napas yang dirampas, bukan karena luka. Berikut versi lengkap kronologi yang disusun ulang dengan gaya milenialβ€”keras, lugas, tapi tetap faktual.

π—£π—˜π— π—¨π—Ÿπ—”π—œπ—”π—‘: π—¦π—˜π—‘π—œπ—‘ 𝗦𝗒π—₯π—˜ π—¬π—”π—‘π—š π—¦π—˜π—£π—œ π—•π—˜π—₯𝗨𝗕𝗔𝗛 π—π—”π——π—œ π— π—œπ— π—£π—œ 𝗕𝗨π—₯π—¨π—ž

Sore Senin, 26 Desember 2016, suasana Pulomas Utara 7A terlihat biasa saja. Namun dari sebuah Suzuki Ertiga, turun sosok Ramlan Butarbutarβ€”pentolan residivis yang sudah kenyang aksi kejahatan. Pintu teralis tidak terkunci, dan seperti biasanya, itu jadi celah maut.
β€œBegitu pagarnya kebuka, mereka langsung masuk,” ujar Kapolri Jenderal Tito.

Di dalam rumah, Ramlan langsung menyekap penghuni satu per satu. CCTV mencatat bagaimana mereka digiring dengan intimidasi pistol dan golok. Para korban dipaksa masuk ke kamar mandi super sempit ukuran 1,5 x 2 meter.

Ketika pemilik rumah, Dodi Triono, tiba, dia ikut diseret masuk ke dalam ruang sengsara itu. Keran dibiarkan menyala, kunci dibuang, gerendel dirusak.
Total: 11 orangβ€”dikurung tanpa udara, tanpa ruang, tanpa kesempatan.

𝗛𝗒π—₯𝗒π—₯ π—£π—”π—šπ—œ π—¦π—˜π—Ÿπ—”π—¦π—”: π—§π—˜π—₯π—œπ—”π—žπ—”π—‘ π—ͺ𝗔π—₯π—šπ—” π— π—˜π—‘π—¬π—˜π—Ÿπ—”π— π—”π—§π—žπ—”π—‘ π—¬π—”π—‘π—š π— π—”π—¦π—œπ—› π—›π—œπ——π—¨π—£

Selasa, 27 Desember, pukul 09.25 WIB, kerabat bernama Sheila Putri datang ke rumah dan mendengar suara minta tolong. Ia panik dan segera melapor ke polisi.

Satpam Lutfi (28) bersama aparat membuka paksa pintu kamar mandi.
Ia langsung kaget bukan main.
β€œPas saya lihat… sudah numpuk semua. Kamarnya kecil banget,” katanya.

Sebelas orang dievakuasi dari ruang penuh sesak itu.
Enam sudah tak bernyawa.
Mereka meninggal bukan karena luka, tapi kehabisan oksigen.

π— π—˜π—‘π—šπ—˜π—₯𝗝𝗔π—₯ π—žπ—˜π—Ÿπ—’π— π—£π—’π—ž 𝗠𝗔𝗨𝗧: π—₯𝗔𝗕𝗨 𝗦𝗒π—₯π—˜ π——π—œ π—•π—˜π—žπ—”π—¦π—œ

Rabu, 28 Desember, pukul 15.00 WIB, polisi menemukan jejak kawanan ini di Gang Kalong, Bojong, Rawalumbu, Bekasi.

Suara tembakan meletup berkali-kali.
Dor! Dor! Dor! Dor!

Ramlan tewas setelah timah panas menembus kakinya.
Erwin tersungkur.
Yus Pane melarikan diri, Sinaga kabur tapi berhasil diringkus malam harinya di Villa Mas Indah, Bekasi Utara. Kakinya ditembak.

Satu orang lain berinisial Rβ€”kerabat Ramlanβ€”juga ditangkap karena diduga membantu melindungi para pelaku.

Polisi menyita uang rupiah, uang Thailand, lima HP, STNK, jaket, tas, topi, Rolex, dua kunci motor, dan kemeja putih.

π—¦π—œπ—”π—£π—” π——π—’π——π—œ 𝗧π—₯π—œπ—’π—‘π—’? π—£π—˜π— π—œπ—Ÿπ—œπ—ž π—₯𝗨𝗠𝗔𝗛 π—¬π—”π—‘π—š π—π—”π——π—œ π—§π—˜π— π—£π—”π—§ π— π—œπ— π—£π—œ 𝗕𝗨π—₯π—¨π—ž

Dodi Triono adalah insinyur UI dan seorang arsitek. Hobinya otomotif ekstremβ€”mulai Ferrari, Lamborghini, sampai Hummer.

Ia memiliki enam anak dari tiga pernikahan. Istri ketiga sedang hamil ketika tragedi ini terjadi. Rumah yang semula penuh kehidupan, malam itu berubah menjadi saksi tragedi paling memilukan di Jakarta.

π—›π—”π—¦π—œπ—Ÿ 𝗗𝗔π—₯π—œ π—¦π—˜π—žπ—”π—£π—”π—‘ 𝗠𝗔𝗨𝗧: 𝗗𝗔𝗙𝗧𝗔π—₯ π—žπ—’π—₯𝗕𝗔𝗑

Enam korban tewas:

1. Dodi Triono (59)

2. Diona Arika Andra Putri (16)

3. Dianita Gemma Dzalfayla (9)

4. Amalia Calista (Amel)

5. Sugiyanto (Yanto), sopir

6. Tarso (40), sopir

Lima korban selamat dengan luka:

1. Emi (41), pembantu

2. Zanette Kalila Azaria (13)

3. Santi (22), putri Emi

4. Fitriani (23), babysitter

5. Windy (23), babysitter

π—žπ—˜π—Ÿπ—’π— π—£π—’π—ž π—£π—˜π—₯π—”π— π—£π—’π—ž: π—žπ—’π—₯π—˜π—” 𝗨𝗧𝗔π—₯𝗔 π—₯π—˜π—¦π—œπ——π—œπ—©π—œπ—¦ YANG π—žπ—˜π— π—•π—”π—Ÿπ—œ π—•π—˜π—₯π—”π—žπ—¦π—œ

Polisi menyebut para perampok ini bagian dari Kelompok Korea Utara, komplotan kriminal yang sudah sering keluar masuk tahanan.

Ramlan, sang pimpinan, punya riwayat panjang: merampok WN Korea di Cibubur (2015), merampok di Tegal (2010), hingga berbagai kasus lain. Ia pincang karena penyakit ginjal dan bekerja sebagai sopir angkot.

Peran masing-masing pelaku:

1. Ramlan Butarbutar – pemimpin

2. Erwin Situmorang – eksekutor

3. Yus Pane – eksekutor

4. Sinaga – sopir Ertiga yang dipakai menyatroni rumah.

Dua terdakwa yang divonis mati adalah Ridwan Sitorus alias Yus Pane dan Erwin Situmorang. Sedangkan, terdakwa yang divonis hukuman seumur hidup adalah Alvin Sinaga

#Pulomas #PerampokanPulomas #KronologiPulomas #BreakingNews #Kriminalitas #JakartaTimur #TrueCrimeID #NewsUpdate

Editor : Dedi

Also Read

Tags