BNI Cabang Tanjungpinang Perkenalkan Platform Ekspor Digital Pasarkan Produk UMKM ke Luar Negeri

redaktur redaktur

Bank BNI sediakan patform ekspor digital melalui Xpora.bni.go.id yang membuka akses UMKM ke pasar luar negeri.(foto:sobatpajak)

KARUNAKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Pimpinan BNI Cabang Tanjungpinang Landung Wiyoko memperkenalkan platform ekspor digital melalui Xpora.bni.go.id yang membuka akses UMKM ke pasar luar negeri.

Platform tersebut memfasilitasi perizinan, pendampingan, hingga business matching antara pelaku usaha dengan calon pembeli internasional.

Hal ini dikemukakan Landung Wiyoko saat hadir pada Rapat Koordinasi (Rakor) Temu Pelaku UMKM di Hotel Alltrue, Rabu 22 April 2026.

Rakor diikuti sekitar 100 pelaku UMKM, terdiri dari 40 perwakilan IKM Disperindag, 40 perwakilan Disnaker, dan 20 perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta pelaku ekonomi kreatif.

Hadir juga Walikota Tanjungpinang Lis Daransyah serta sejumlah pimpinan perbankan dari Himbara, bank swasta, dan bank daerah.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan simbolis kepada pelaku usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk tiga pelaku usaha kuliner, tiga penjahit, dan satu pelaku kerajinan.

Selain itu, diberikan sertifikat HKI kepada tiga pelaku usaha serta sertifikat halal bagi pelaku usaha mikro.

Dikatakan Landung lagi, melalui sistem Xpora.bni.go.id, UMKM didorong tidak hanya menjangkau pasar Singapura dan Malaysia, tetapi juga negara lain seperti Korea dan China.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong UMKM naik kelas, sehingga pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang semakin maju,” ucap Landung.

Sementara salah satu pelaku usaha UMKM dari Rumah Makan Pondok Spesial Sambal di Tanjungpinang, Urip, hadir pada rakor tersebut, berharap dukungan Pemda berupa bantuan penyediaan mesin pengemasan dan mesin retort untuk sterilisasi produk sambal.

Teknologi tersebut katanya, memungkinkan produk dikemas secara higienis dan tahan lama tanpa bahan pengawet, dengan daya simpan hingga satu tahun.

Dikatakan Urip lagi, bahwa tantangan lain masih berada pada pemasaran dan distribusi ketika produksi mulai ditingkatkan ke skala besar.

“Kalau produksi sudah besar, yang dibutuhkan itu jalur pemasaran yang jelas.

Kami mohon dukungan pemko,” ucap Urip.***

Also Read