Hadiri Paska ASN, Walikota Amsakar Tegaskan Keberagaman Perlu Rawat dengan Baik Dijadikan Kekuatan Pembangunan Batam

redaktur redaktur

Walikota Batam Amsakar Achmad saat menghadiri Perayaan Paskah Persekutuan Oikumene Umat Kristiani ASN Pemko Batam Tahun 2026. (Foto:Diskominfo Batam)

KARUNAKEPRI.COM, BATAM – Walikota Batam Amsakar Achmad menegaskan, perlunya mengingatkan keberagaman dalam pengeloaan dengan baik agar agar tidak menjadi potensi konflik.

Karena jika dirawat dengan tepat, maka kata Amsakar, keberagaman ini dapat menjadi kekuatan dalam pembangunan Kota Batam.

Penegasan Amsakar tersebut saat menghadiri Perayaan Paskah Persekutuan Oikumene Umat Kristiani Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Batam Tahun 2026.

Kegiatan dilaksanakan di Kantor Walikota Batam, Jumat 16 April 2026.

“Keberagaman ibarat orkestrasi. Jika dimainkan secara selaras, akan menghasilkan harmoni yang indah.

Karena itu, perlu ditumbuhkan rasa kebersamaan yang melampaui perbedaan,” ujarnya.

Menurutnya, harmoni sosial menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemajuan daerah.

Oleh karena itu, keberagaman harus ditempatkan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

“Atas nama pribadi, keluarga, serta jajaran Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami mengucapkan selamat merayakan Paskah.

Semoga momentum ini menumbuhkan soliditas, meningkatkan kinerja, serta menguatkan tekad untuk terus berkontribusi bagi negeri,” ucap Amsakar.

Amsakar juga menyebutkan, jika Batam merupakan daerah dengan tingkat keberagaman yang tinggi.

Berbagai latar belakang suku, agama, profesi, dan organisasi masyarakat hidup berdampingan di kota ini.

“Batam adalah daerah multikultural.

Seluruh elemen masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia ada di sini. Karena itu,

Batam harus dimaknai sebagai rumah bersama,” katanya.

Lebih lanjut, Amsakar mengaitkan nilai-nilai Paskah dengan visi pembangunan Batam sebagai bandar dunia yang madani, inovatif, berkelanjutan, dan berbudaya.

Serta menjadi pusat investasi dan pariwisata terdepan di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa konsep masyarakat madani tidak boleh dimaknai secara sempit.

“Madani adalah kondisi ketika masyarakat mampu hidup harmonis dalam keberagaman, taat hukum.

Serta menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing. Di situlah harmoni dan keberagaman saling menguatkan,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh ASN menjadikan Paskah sebagai momentum untuk memperkuat integritas, meningkatkan kualitas pelayanan.

Dan juga menjaga kebersamaan dalam membangun Batam.

“Keberagaman adalah kekuatan. Dengan kasih dan pengharapan, kita dapat menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta mendorong kemajuan Batam,” tutupnya.***

Also Read