KARUNAKEPRI.COM, BATAM – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam mengimbau masyarakat dari luar daerah agar tidak datang ke Batam tanpa memiliki keterampilan yang memadai. Imbauan ini disampaikan menyusul masih banyaknya pendatang yang akhirnya menjadi bagian dari persoalan sosial karena tidak memiliki kesiapan kerja maupun bekal hidup yang cukup.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Batam, Zul Arif, menegaskan bahwa minimnya keterampilan kerap membuat para pendatang kesulitan mendapatkan pekerjaan dan berujung menjadi warga terlantar di kota industri tersebut.
“Tidak perlu datang ke Batam kalau tidak punya skill. Itu justru berisiko menambah masalah sosial dan berpotensi menjadi terlantar,” ujarnya, Minggu (12/4).
Ia menjelaskan, sebagian pendatang yang datang dengan pendidikan dan keterbatasan keterampilan sering kali tidak memiliki perencanaan yang matang. Akibatnya, mereka gagal memperoleh pekerjaan dan harus hidup dalam kondisi memprihatinkan.
“Banyak yang datang hanya bermodal nekat, akhirnya tinggal di emperan toko atau tempat ibadah,” kata Zul.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan bergaji besar yang belum jelas kebenarannya. Modus tersebut, kata dia, kerap berkaitan dengan praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Pastikan informasinya benar. Banyak kasus berujung eksploitasi, bahkan ada yang dibawa ke luar negeri secara ilegal,” ujarnya.
Zul menegaskan, kesiapan keterampilan menjadi syarat penting sebelum memutuskan merantau ke Batam. Tanpa itu, risiko menjadi korban atau terlantar sangat besar.
“Pastikan punya kemampuan. Jangan sampai datang dengan harapan, tapi berakhir menjadi korban,” tegasnya.
Reporter: M. Sya’ban
Editor: Ari
#batam #batampos








