Kadis CKTR Tekankan Perlu Efisiensi Energi Menginga Pertumbuhan Bangunan di Batam Makin Pesat

redaktur redaktur

Kadis CKTR Kota Batam, Azril saat mewakili Sekda Kota Batam di acara Diseminasi Hasil Studi Baseline Energy Consumption digelar di Grand Eska Hotel.(Foto:Diskominfo Batam)

KARUNAKEPRI.COM, BATAM – Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam, Azril , mengatakan pertumbuhan pembangunan kota Batam semakin pesat.

Unuk itu ia menekankan, pentingnya efesiensi energi di tengah pesatnya pertumbuhan sektor bangunan yang kian mendorong peningkatan kebutuhan listrik di Kota Baam.

Hal ini diungkapkan Kadis CKTR mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menghadiri Diseminasi Hasil Studi Baseline Energy Consumption (Konsumsi Dasar Energi) di Kota Batam.

Acara digelar di Grand Eska Hotel, Kamis 16 April 2026.

Dikatakan Azril, bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Batam sebagai kota madani yang inovatif, berbudaya, dan berkelanjutan.

Terutama dalam mendukung peran Batam sebagai pusat investasi dan pariwisata.

Ia menegaskan, pertumbuhan Kota Batam yang pesat, khususnya pada sektor bangunan, harus diimbangi dengan pengelolaan energi yang efisien dan berkelanjutan.

“Pertumbuhan bangunan yang tinggi harus diiringi dengan penggunaan energi yang lebih efisien agar tetap mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Berdasarkan data tahun 2025, jumlah bangunan di Batam mencapai 251.395 unit. Dari jumlah tersebut, bangunan permukiman mendominasi sebanyak 246.575 unit, disusul bangunan sosial, bisnis, dan pemerintahan.

Seiring pertumbuhan tersebut, kebutuhan energi listrik juga mengalami peningkatan signifikan. Data PLN menunjukkan total energi listrik terjual di Batam meningkat dari 3.588,4 GWh pada 2024 menjadi 4.335,54 GWh pada 2025.

Konsumsi listrik sektor rumah tangga pun tumbuh rata-rata 5,3 persen per tahun.

Azril menjelaskan, penggunaan energi saat ini masih didominasi oleh pencahayaan dan pendingin udara.

Kondisi ini menjadi tantangan, mengingat peningkatan jumlah bangunan akan berbanding lurus dengan kebutuhan energi.

“Ini menjadi tantangan bersama, karena semakin banyak bangunan, kebutuhan energi juga akan terus meningkat,” jelasnya.

Untuk itu, Pemko Batam menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur serta penyediaan energi yang andal dan rendah emisi.

Ia menambahkan, hasil studi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan energi daerah yang lebih tepat sasaran.

Termasuk dalam memetakan potensi energi terbarukan dan mendorong penerapan bangunan gedung hijau.

Melalui kegiatan ini, Pemko Batam juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan pemilik gedung guna meningkatkan efisiensi energi di Kota Batam.***

Also Read