Pemko Batam Efisiensi Belanja hingga Rp18,1 Miliar dari Kebijakan WFH bagi ASN

redaktur redaktur

Sekda Batam, Firmansyah, saat memimpin rakor terkait efisiensi anggaran dan rencana penjabaran kedua APBD Tahun Anggaran 2026. (Foto:Diskominfo Batam)

KARUNAKEPRI.COM, BATAM – Pemberlakukan atas kebijakan penerapa work from home (WFH) berlaku sejak 24 April 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan efisiensi belanja daerah hingga Rp18,1 miliar.

Kebijakan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) ini, lebih difokuskan pada penghematan penggunaan listrik, air, bahan bakar minyak, serta pembatasan perjalanan dinas.

Hal itu tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) terkait efisiensi anggaran dan rencana penjabaran kedua APBD Tahun Anggaran 2026.

Rakor digelar di Kantor Wali Kota Batam, Kamis 23 April 2026, dihadiri kepala organisasi perangkat daerah, camat, dan kepala bagian.

Dalam arahannya, Firmansyah menyampaikan bahwa Pemko Batam mulai memberlakukan kebijakan WFH pada 24 April 2026.

Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 23 Tahun 2026 tentang transformasi budaya kerja melalui penyesuaian pelaksanaan tugas bagi ASN.

Ia menegaskan, penerapan WFH tidak hanya bertujuan mengubah pola kerja, tetapi juga sebagai langkah konkret mendorong efisiensi belanja daerah.

“Dengan diberlakukannya WFH, harus diikuti dengan efisiensi belanja kantor, seperti penghematan listrik dan air.

Penggunaan ini akan dilaporkan secara berkala setiap dua bulan kepada Kementerian Dalam Negeri,” ujar Firmansyah.

Selain itu, ia juga menekankan penghematan bahan bakar minyak (BBM) melalui pembatasan penggunaan kendaraan dinas, serta pengurangan perjalanan dinas luar daerah.

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta disiplin dalam melaksanakan langkah efisiensi tersebut.

Ditegaskan Firmansyah lagi, bahwa kebijakan efisiensi kali ini bukan disebabkan keterbatasan anggaran.

Melainkan sebagai respons terhadap dinamika dan tantangan global.

“Efisiensi ini berbeda dengan sebelumnya.

Jadi bukan karena ketidakmampuan anggaran, tetapi sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi global saat ini,” jelasnya.

Ia juga menginstruksikan seluruh OPD untuk menerapkan kebiasaan hemat energi di lingkungan kerja, seperti mematikan komputer, lampu, dan pendingin ruangan setelah jam kerja.***

Also Read