KARUNAKEPRI.COM– Hingga kini program subsidi konversi motor listrik masih berlaku.
Hal ini dikarenakan konversi ini berjalan lambat.
Namun demikian pemerintah menerapkan berbagai strategi sampai saat ini diputuskan gratis alias tanpa biaya.
Program yang dijalankan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini dimulai pada Maret 2023 lalu.
Saat itu regulasi tentang pemberian subsidi sebesar Rp7 juta dikeluarkan untuk memudahkan masyarakat mengkonversi motor lamanya menjadi bertenaga listrik.
Proses menjalani konversi dimulai dari masyarakat menyerahkan motor lamanya yang berbahan bakar minyak ke bengkel tersertifikasi konversi agar dimodifikasi menjadi motor listrik.
Biaya konversi ini dikatakan ESDM sekitar Rp15 juta hingga Rp17 juta.
Setelah dipotong subsidi Rp7 juta maka beban yang ditanggung masyarakat menjadi hanya Rp10 juta sampai Rp12 juta.
Pada Desember 2023 ESDM menelurkan regulasi baru yang menetapkan subsidi ditingkatkan menjadi Rp10 juta sehingga beban konversi menjadi sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta.
Menurut Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) ESDM, Eniya Listiani Dewi, di Jakarta, sekarang biaya konversi menjadi gratis.
“Kementerian ESDM saat ini mengundang semua pemilik kendaraan motor roda dua, itu akses ke websitenya ESDM, nanti kami konversi secara gratis,” kata dia disadur dari antara, Senin 29 April 2024.
Menurut Eniya, konversi gratis ini merupakan bantuan dari program CSR.
Dengan bantuan CSR ini masyarakat tidak lagi perlu mengeluarkan biaya, hanya perlu menyiapkan motor lamanya untuk dikonversi.
“Sebetulnya, selisih dari bantuan Rp10 juta itu sisanya ditanggung sendiri.
Kita dibantu oleh program CSR juga, sehingga bisa gratis,” ucap Eniya.
Eniya memberikan kesempatan bagi pelaku usaha yang bersedia mendukung program konversi motor listrik ini untuk berpartisipasi dalam memberikan bantuan CSR.***








