KARUNAKEPRI.COM, JAWA BARAT – Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 16 warga negara asing (WNA) asal Cina, Malaysia, dan Taiwan yang diduga kuat terlibat sindikat love scamming di Sukabumi, Jawa Barat.
Kelompok ini terendus setelah menyewa sebuah hotel selama satu tahun dan menyiapkan ratusan perangkat elektronik untuk menjalankan aksi penipuan daring internasional.
Direktur Jenderal Imigrasi, Marantoko, mengatakan para pelaku ditangkap sebelum menjalankan aksinya.
Namun, mereka terindikasi kuat akan melakukan kejahatan secara terorganisasi. Mereka terdiri dari 12 warga negara Cina, 1 warga negara Taiwan, dan 3 warga negara Malaysia.
“Penindakan ini dilakukan atas dugaan kuat terjadinya pelanggaran administratif keimigrasian.
Selain itu, yang bersangkutan patut diduga melakukan kegiatan yang membahayakan keamanan dan ketertiban umum,” ujarnya dalam konferensi pers di Aula Lantai 18 Ditjen Imigrasi, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 30 April 2026.
Hendarsam menambahkan, para WNA tersebut juga diduga melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, termasuk terkait penyalahgunaan izin tinggal dan overstay.
Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman, membeberkan kronologi penangkapan.
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan intelijen pada 29 Maret 2026 lalu.
Yuldi bilang, anggotanya mencurigai aktivitas sejumlah WNA di sebuah penginapan kawasan Sukabumi.
Tim Imigrasi kemudian melakukan pengawasan tertutup untuk memantau aktivitas kelompok tersebut.
Hasil pemantauan menunjukkan, ada rencana para WNA untuk menyewa hotel selama satu tahun, dengan potensi penambahan anggota hingga 50 orang.
Temuan ini memperkuat dugaan adanya aktivitas terorganisir yang akan dilakukan dari lokasi tersebut.
Pada 14 April 2026 dini hari, petugas menerima informasi adanya pergerakan mencurigakan saat para WNA terlihat mengemas sejumlah barang elektronik ke dalam kendaraan.
Diduga, mereka hendak melarikan diri atau berpindah lokasi.
Tim Imigrasi kemudian segera melakukan penyergapan dan penyisiran di sekitar lokasi.***








