Kapolda Kepri Tegaskan Kehadiran Baharkam Kepri Dijadikan Tulang Punggung Kepolisian

redaktur redaktur

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H menyerahkan cindramata kepada Tim Supervisi Baharkam Polri saat berkunjung ke Kantor Polda Kepri. (Foto:Humas Polda Kepri)

KARUNAKEPRI.COM, BATAM – Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H menekankan kepada jajaran Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) merupakan backbone atau tulang punggung kepolisian.

Mengingat kata dia, karakteristik wilayah Kepri yang terdiri dari 96% lautan dan berbatasan langsung dengan jalur perdagangan dunia, Selat Malaka, stabilitas keamanan menjadi variabel mutlak.

Penekanan Kapolda Kepri tersebut saat menerima kunjungan Tim Supervisi Baharkam Polri dalam rangka evaluasi dan penguatan fungsi pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polda Kepri. Rabu 22 April 2026.

Hadir sebagai Ketua Tim II Supervisi Baharkam Polri, Kakorpolairud Baharkam Polri, Irjen Pol. Raden Firdaus Kurniawan, S.I.K., M.H., beserta rombongan Pejabat Utama Baharkam Polri,

Robongan disambut langsung Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., dan jajaran Pejabat Utama Polda Kepri.

“Kepri adalah primadona investasi dengan pertumbuhan ekonomi nomor satu di Sumatera.

Faktor utamanya adalah jaminan keamanan. Para investor bersedia menanamkan modalnya selama fungsi preemtif dan preventif Polri berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, peran Polairud, Sabhara, Binmas, dan Pamobvit sangat krusial di sini,” ujar Kapolda Kepri dalam sabutannya.

Sementara itu, Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen. Pol. Raden Firdaus Kurniawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa supervisi ini bertujuan untuk memastikan setiap jajaran Polda mampu menerjemahkan tugas pokok Baharkam secara nyata di lapangan.

“Kami mengutip arahan Kabaharkam Polri bahwa Bhabinkamtibmas harus menjadi ‘Superman’ yang mampu melakukan segalanya sebagai ujung tombak Polri di masyarakat.

Kehadiran Polri tidak boleh hanya bersifat simbolis, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegas Kakorpolairud Baharkam Polri.

Ia juga mengingatkan, bahwa keberhasilan Harkamtibmas sangat bergantung pada manajemen operasional yang berbasis pada analisis potensi gangguan.

Dan menekankan lima fokus utama dalam supervisi ini, yaitu penguatan sistem manajemen operasional yang terukur, pembinaan kompetensi personel di berbagai fungsi, optimalisasi dukungan sumber daya manusia dan peralatan.

Serta juga, implementasi program Polisi Penolong, serta keterbukaan dalam menyampaikan kendala lapangan.

Hal ini penting agar setiap hambatan yang ada dapat segera dicarikan solusi demi perbaikan kinerja institusi ke depan.

Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama dan pendalaman materi supervisi secara teknis oleh tim Baharkam Polri.

Sebagai penutup, tim melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi fisik kendaraan operasional serta alat material khusus (Alsus) milik Ditpamobvit, Ditsamapta, dan Ditbinmas Polda Kepri.

Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh sarana prasarana dalam kondisi prima guna mendukung kelancaran tugas personel di lapangan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan di wilayah perbatasan dan maritim Indonesia.

‎Pada kesempatan yang sama Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengimbau kepada masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam.

Bisa juga kata dia, melalui aplikasi Polri Super Apps sebagai sarana pelayanan dan pengaduan masyarakat secara cepat dan terpadu.***

 

Also Read