Gubernur Kepri Lepas 361 CJH Kloter Pertama Embarkasi Batam Berangkat ke Tanah Suci

redaktur redaktur

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan pataka kepada Petugas Haji saat melepas 361 CJH Embarkasi Batam asal Kepri Berangkat ke Tanah Suci. (Foto:Diskominfo Kepr

KARUNAKEPRI.COM, KEPRI – Gubernur Kepri Ansar Ahmad melepas 361 calon jemaah haji (CJH) kloter pertama Embarkasi Batam asal Kepulauan Riau (Kepri) berangkat ke tanah suci.

Dari jumlah CJH tersebut diantaranya, berasal dari Kabupaten Lingga sebanyak 27 orang, Kabupaten Bintan 44 orang, Kota Tanjungpinang 145 orang, dan Kota Batam 145 orang, serta didampingi empat orang petugas.

Pelepasan dilakukan di Aula Arafah II Asrama Haji Kota Batam, Rabu 22 April 2026.

Pada kesempatan itu Gubernur Ansar mengaku bangga melihat tingginya antusiasme masyarakat Kepri untuk menunaikan ibadah haji.

Ansar menegaskan, bahwa ibadah haji merupakan rukun Islam yang sangat penting dan menjadi impian setiap Muslim, termasuk masyarakat Kepri.

“Ibadah haji adalah perjalanan rohani yang luar biasa.

Ini adalah kebanggaan bagi kami melihat antusiasme masyarakat Kepri yang begitu besar untuk menunaikan rukun Islam kelima ini,” ujar Ansar.

Ia juga menyoroti kondisi jemaah yang sebagian besar telah memenuhi syarat kesehatan (istithaah).

Namun kata dia, terdapat pula jemaah lanjut usia yang memerlukan perhatian khusus dari petugas.

“Tantangan kita tahun ini cukup besar, mulai dari cuaca ekstrem di Arab Saudi hingga kondisi fisik jemaah selama perjalanan panjang.

Saya minta seluruh jemaah saling menjaga, peduli, dan tidak ragu meminta bantuan petugas,” pesannya.

Sebagai Koordinator PPIH Embarkasi Batam, Ansar memastikan seluruh panitia, tenaga kesehatan, aparat keamanan.

Dan juga petugas haji telah bekerja maksimal demi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah melalui Kementerian Agama dan PPIH dalam menghadirkan program Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.

Layanan One Stop Service di Embarkasi Batam telah dioptimalkan untuk mempercepat proses administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga distribusi paspor dan living cost.

Sehingga jemaah dapat beristirahat dengan cukup sebelum keberangkatan.

“Tidak ada satu pun tamu Allah yang boleh kita layani dengan setengah hati.

Jemaah lansia menjadi prioritas dalam setiap tahapan pelayanan,” tegasnya.

Selain itu, berbagai langkah mitigasi juga telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi kendala, termasuk keterlambatan penerbangan.

Termasuk tim petugas kloter, baik pembimbing ibadah maupun tenaga medis, dipastikan akan mendampingi jemaah selama 24 jam.

Di akhir sambutannya, Gubernur Ansar berpesan agar seluruh jemaah fokus beribadah, menjaga kesehatan.

Serta menjaga nama baik daerah dan bangsa selama berada di Tanah Suci.

“Panjatkan doa terbaik, tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk bangsa Indonesia dan Provinsi Kepulauan Riau.

Semoga seluruh jemaah kembali dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tutupnya.

Sementara Embarkasi Batam menjadi titik kumpul strategis bagi calon jemaah haji dari berbagai provinsi, yakni Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat, dan Jambi.

Tahun ini, jumlah calon jemaah haji Indonesia mencapai sekitar 221.000 orang, dengan total jemaah dari Embarkasi Batam sebanyak 10.945 orang yang terbagi dalam 25 kloter.

Dan diberangkatkan menggunakan maskapai Saudia Airlines menuju Tanah Suci Makkah.***

Also Read