Mensos Gus Ipul Tegaskan Angka Pengadaan Sepatu Murid Program Sekolah Rakyat Rp700 Ribu Belum Final

redaktur redaktur

Mensos, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul./net

KARUNAKEPRI.COM, JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan harga sepatu murid untuk program Sekolah Rakyat Rp700 ribu perpasang baru perencanaan belum final.

Penegasan Gus Ipul ini sebagai klarifikasi mengenai polemik anggaran pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat yang mencapai Rp27 miliar.

Anggaran itu menjadi sorotan publik, lantaran muncul dugaan harga sepatu Sekolah Rakyat itu menyentuh angka Rp700 ribu per pasangnya.

Menurutnya anggaran yang direncanakan akan melalui proses pengadaan yang transparan.

“Jadi gini, setiap anggaran itu kan direncanakan sebelumnya ya.

Direncanakan dan nanti tentu ada proses pengadaan.

Nah proses pengadaan ini dilelang secara terbuka dan nanti hasilnya pasti lebih murah dari perencanaannya,” kata Gus Ipul saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Kedung Cowek Surabaya, Minggu 3 Mei 2026.

Menurut Gus Ipul, jika proses lelang dan pengadaan sudah dilakukan, maka anggaran dan harga sepatu akan jauh lebih murah dari perencanaan awal.

“Jadi kalau sekarang disebut Rp700 ribu ya, nanti bisa hasilnya jauh di bawah itu,” ucapnya.

Meski tidak merinci detail teknis proses lelang, Gus Ipul mengaku telah mewanti-wanti seluruh jajaran di Kemensos agar tidak melakukan penyimpangan dalam menjalankan program prioritas Presiden tersebut.

“Saya sudah pastikan kepada teman-teman yang punya tanggung jawab pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial untuk tidak main-main.

Dan tidak melakukan penyimpangan dalam rangka melaksanakan program Presiden ini,” ujarnya.

Gus Ipul juga menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan seluruh program di Kemenaos.

Ia meminta agar jangan ada pihak yang melakukan rekayasa, intervensi atau praktik lancung lainnya.

“Ini sungguh-sungguh saya harapkan benar-benar dilaksanakan dengan baik.

Saya sudah sampaikan kepada para penanggung jawab, tidak boleh ada lobby, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada rekayasa, tidak boleh ada hal-hal yang menyimpang dalam proses pengadaan.

Tidak hanya yang Sekolah Rakyat, tapi seluruh pengadaan di Kementerian Sosial,” katanya.

Gus Ipul juga berkomitmen untuk menjadi pihak pertama yang melaporkan bila ditemukan adanya manipulasi atau praktik ilegal dalam proyek ini.

“Mari kita belajar kepada hal-hal yang tidak baik di masa lalu.

Kita jadikan pelajaran dan ke depan ini kita harus benar-benar bersih dari korupsi. Kalau terjadi pelanggaran, kalau terjadi manipulasi, kalau ada kongkalikong.

Saya dan Pak Wamen sudah berkomitmen akan menjadi pihak pertama yang melaporkan teman-teman di Kementerian Sosial yang main-main dengan pengadaan barang dan jasa,” ucapnya.***

Also Read