KARUNIAKEPRI.COM, Tanjungpinang – Sejauh ini sebagian warga lebih memilih berobat sendiri ketimbang berobat kepada dokter atau layanan kesehatan.
Hal ini lebih disebabkan terkendala akan layanan kesehatan.
Demikian dikatakan Kadinkes Dalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam, saat memberikan edukasi tentang obat kepada pelajar dan mahasiswa di Tanjungpinang, Kamis 30 Mei 2024.
Dikatakan Rustam, obat adalah suatu bahan yang dapat digunakan untuk mencegah, mengurangi, dan menghilangkan serta menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit.
Obat sebagai unsur yang penting dalam pelayanan kesehatan sehingga harus selalu ada setiap saat.
“Namun terkadang untuk mendapatkan obat atau layanan kesehatan banyak masyarakat yang terkendala.
Sehingga membuatnya mencari obat sendiri (swamedikasi) untuk mengatasi penyakitnya sebelum mendatangi pertolongan ke fasilitas kesehatan,” ujar Rustam.
Diterangkannya, berdasarkan data survei sosial ekonomi nasional menunjukkan bahwa 60 persen masyarakat Indonesia melakukan pengobatan sendiri atau swamedikasi
“Swamedikasi seringkali tidak hanya menggunakan obat bebas dan bebas terbatas, tapi juga obat keras yang seharusnya mendapat resep dokter,” katanya.
Padahal, lanjut Rustam obat dapat mempengaruhi kesehatan jika tidak memenuhi persyaratan dan digunakan dengan cara tidak tepat atau disalahgunakan.
“Sebenarnya masalah kesehatan juga dapat dipicu karena penggunaan obat yang tidak rasional dan membuat pengobatan menjadi tidak efektif,” bebernya.
Sehinga kata dia, edukasi ini sangat penting disampaikan kepada generasi muda yaitu pelajar dan mahasiswa yang dapat memberikan edukasi kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
“Pemerintah perlu memberikan edukasi penggunaan obat kepada masyarakat yang difokuskan kepada generasi muda,” tambahnya.***








