Walikota Amsakar Lakukan Transformasi RPJMD Lebih Terfokus Penguatan SDM

redaktur redaktur

Walikota Batam Amsakar Achmad saat menghadiri Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Tahun Anggaran 2026 bersama BPKP Kepri. (Foto:Diskominfo Batam)

KARUNAKEPRI.COM, BATAM – Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, bahwa Pemko Batam saat ini tengah melakukan transformasi arah pembangunan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Jika sebelumnya pembangunan lebih banyak difokuskan pada infrastruktur, kini kebijakan mulai diarahkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM).

Hal ini dikarenakan dinilai Amsakar, masa depan Batam sangat tergantung pada kualitas SDM.

“Masa depan Batam sangat bergantung pada kualitas SDM.

Karena itu, kami meluncurkan sejumlah program prioritas, seperti seragam sekolah gratis, beasiswa bagi siswa berprestasi dan keluarga kurang mampu.

Hingga cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) yang kini telah mencapai 98,12 persen,” ujar Amsakar.

Walikota Batam Amsakar Achmad saat itu menghadiri Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Tahun Anggaran 2026 bersama Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Wali Kota Batam, Rabu 11 Maret 2026.

Selain itu, kata dia, Pemko Batam juga memberikan perlindungan sosial bagi pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Program ini mencakup belasan ribu pekerja, mulai dari pengemudi ojek daring, imam masjid, hingga penambang pancung.

Sementara Amsakar sendiri menyambut baik langkah BPKP yang melakukan evaluasi sejak tahap perencanaan atau pre-audit.

Menurutnya, pendekatan pengawasan tersebut memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan sejak awal, sehingga potensi risiko dapat dimitigasi lebih dini.

“Kami sangat terbuka dengan kehadiran tim BPKP. Kami membutuhkan pandangan dari pihak eksternal untuk menilai secara objektif apakah perencanaan yang disusun benar-benar efektif.

Dan juga memberikan manfaat bagi daerah, atau masih perlu diperbaiki agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran,” ucap Amsakar lagi.***

Also Read