<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Archives - KarunaKepri.com</title>
	<atom:link href="https://karunakepri.com/tag/pemerintah-provinsi-nusa-tenggara-timur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://karunakepri.com/tag/pemerintah-provinsi-nusa-tenggara-timur/</link>
	<description>Layanan Informasi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 May 2026 09:55:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://karunakepri.com/wp-content/uploads/2024/06/karuna-150x150.png</url>
	<title>Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Archives - KarunaKepri.com</title>
	<link>https://karunakepri.com/tag/pemerintah-provinsi-nusa-tenggara-timur/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur NTT Studi Banding Tiru Kembangkan Kawasan FTZ Diterapkan di Kota Batam</title>
		<link>https://karunakepri.com/gubernur-ntt-studi-banding-tiru-kembangkan-kawasan-ftz-diterapkan-di-kota-batam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaktur redaktur]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 09:55:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Free Trade Zone]]></category>
		<category><![CDATA[Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[kota batam]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://karunakepri.com/?p=34679</guid>

					<description><![CDATA[<p>KARUNAKEPRI.COM, BATAM &#8211; Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan studi banding dalam penerapan Kawasan</p>
<p>The post <a href="https://karunakepri.com/gubernur-ntt-studi-banding-tiru-kembangkan-kawasan-ftz-diterapkan-di-kota-batam/">Gubernur NTT Studi Banding Tiru Kembangkan Kawasan FTZ Diterapkan di Kota Batam</a> appeared first on <a href="https://karunakepri.com">KarunaKepri.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARUNAKEPRI.COM, BATAM</strong> &#8211; Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan studi banding dalam penerapan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) atau Free Trade Zone (FTZ) diterapkan oleh Kota Batam.</p>
<p>Hal ini terungkap saat Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena melakukan kunjungan kerja ke Pemko Batam, Senin 11 Mei 2026 kemarin.</p>
<p>Rombongan Gubernur dan Pemprov NTT ini disambut langsung Walikota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra.</p>
<p>Pertemuan berlangsung hangat dan interaktif melalui dialog mengenai pengembangan FTZ, investasi, konektivitas antarpulau, hingga peluang kerja sama ekonomi antara Batam dan NTT.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Gubernur NTT menyampaikan pemerintah pusat tengah merancang pengembangan NTT sebagai kawasan FTZ.</p>
<p>Menurutnya, posisi geografis NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan dekat dengan Australia menjadi potensi strategis untuk pengembangan ekonomi kawasan.</p>
<p>“Kami ingin belajar dari Batam yang sudah lama menjadi kawasan FTZ dan terbukti memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.<br />
Karena itu kami datang untuk mendengar langsung pengalaman Batam,” ujar Emanuel.</p>
<p>Ia juga menanyakan berbagai strategi Batam dalam menarik investasi dan menciptakan iklim usaha yang kompetitif.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Amsakar menjelaskan keberhasilan kawasan FTZ tidak hanya ditentukan oleh status kawasan.</p>
<p>Tetapi juga oleh kemudahan regulasi dan pelayanan investasi yang cepat serta efisien.</p>
<p>“Investor melihat kepastian dan kemudahan. Karena itu pelayanan perizinan harus dipermudah.</p>
<p>Termasuk melalui digitalisasi agar proses lebih cepat dan akses investasi semakin terbuka,” kata Amsakar.</p>
<p>Dalam dialog tersebut, Amsakar turut menyoroti pentingnya insentif fiskal untuk meningkatkan daya tarik investasi di kawasan FTZ.</p>
<p>Menurutnya, NTT memiliki peluang besar karena berada di jalur strategis perdagangan internasional.</p>
<p>“NTT memiliki posisi geografis yang sangat potensial karena dekat dengan Australia dan Timor Leste.</p>
<p>Tinggal bagaimana regulasi pemerintah mampu mendukung kawasan ini agar investor tertarik masuk,” ujarnya.</p>
<p>Pembahasan kemudian berkembang pada persoalan logistik dan konektivitas di wilayah kepulauan.</p>
<p>Emanuel mengungkapkan tingginya biaya distribusi masih menjadi tantangan utama di NTT.</p>
<p>“Problem utama provinsi kepulauan adalah biaya logistik yang besar. Jika infrastruktur laut memadai, distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi tentu akan lebih baik,” katanya.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Amsakar menawarkan peluang kolaborasi di sektor kemaritiman.</p>
<p>Ia menyebut Batam memiliki sekitar 135 perusahaan galangan kapal yang berpotensi mendukung kebutuhan transportasi laut di NTT.</p>
<p>“Jika ada peluang pengoperasian kapal di NTT, tentu ini bisa menjadi ruang kerja sama yang baik.</p>
<p>Industri galangan kapal di Batam cukup besar dan dapat mendukung kebutuhan daerah kepulauan,” jelasnya.</p>
<p>Selain membahas ekonomi dan transportasi, pertemuan tersebut juga menyinggung peluang promosi produk dan budaya NTT di Batam.</p>
<p>Emanuel menyebut sekitar 40 ribu warga NTT saat ini tinggal di Batam dan menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan kedua daerah.</p>
<p>Amsakar menyambut baik peluang tersebut, termasuk pengembangan promosi kuliner dan kopi khas NTT di Batam serta kolaborasi budaya Melayu Batam dengan budaya NTT.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Zet Sony Libing, menyampaikan pertumbuhan ekonomi NTT saat ini mencapai 4,32 persen dengan inflasi sebesar 2,64 persen.</p>
<p>Ia menjelaskan sektor pertanian dan perdagangan masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.</p>
<p>Namun, distribusi produk menuju Kupang yang masih harus melalui Surabaya dan Makassar menyebabkan biaya logistik tinggi dan berdampak pada harga barang.</p>
<p>Karena itu, pihaknya berharap kerja sama dengan Batam dapat membuka pasar baru bagi produk lokal NTT sekaligus mendorong pengembangan industri kecil dan menengah.</p>
<p>Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama antara Batam dan NTT dalam bidang investasi, perdagangan, kemaritiman, hingga pengembangan budaya daerah.***</p>
<p>The post <a href="https://karunakepri.com/gubernur-ntt-studi-banding-tiru-kembangkan-kawasan-ftz-diterapkan-di-kota-batam/">Gubernur NTT Studi Banding Tiru Kembangkan Kawasan FTZ Diterapkan di Kota Batam</a> appeared first on <a href="https://karunakepri.com">KarunaKepri.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
