Supplier Air Bersih di Batam Alami Defisit Hingga 300 Lps, Akibat Kenaikan Pelanggan

redaktur redaktur

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82

 

KARUNAKEPRI.COM, BATAM – Direktur Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Batam, Denny Tondano mengatakan, akibat kenaikan jumlah pelanggan supplier air bersih di Kota Batam mengalami defisit hingga 300 Lps.

Dari semula pelanggan air bersih di Kota Batam tahun 2021 hanya berjumlah 280 ribu pelanggan.

Namun kini hingga Juni 2024, mengalami kenaikan hingga 317 ribu pelanggan.

Sehingga gangguan minor pun akan berdampak langsung pada suplai air ke pelanggan.

Demikian dikatakan Denny Tondano, Jumat 12 Juli 2024.

“BP Batam telah membangun pipa berkapasitas 370 lps di Waduk Muka Kuning.

Hal ini untuk mengakomodir kebutuhan air bersih pelanggan yang sebelumnya 280 ribu pelanggan pada tahun 2021, sampai tumbuh hingga 317 ribu pelanggan per bulan Juni 2024,” jelas Denny.

Berita baiknya, kata Denny, BP Batam telah memulai pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 500 lps di Waduk Duriangkang dan 230 lps di Waduk Tembesi.

Perkerjaan ini diproyeksikan selesai pada Desember 2024 dan Kota Batam diharapkan akan surplus air sebesar 230 lps setidaknya sampai akhir tahun 2025.

Lebih rinci Denny menjelsakan, selama tahun 2024 dan 2025 BP Batam akan fokus memperbaiki fasilitas Instalasi Pengeolahan Air Minum (IPAM) eksisting berupa pompa, filter, dan sistem perpipaan yang uzur agar gangguan terhadap masyarakat dapat diminimalisir.

“Kami juga memastikan tambahan air yang siap pada akhir tahun 2024 bisa tersalurkan ke daerah-daerah kritis air.

Misalnya area perumahan Buana Vista, Bukit Raya, Marina, Geysa Eterna Marina, Tanjung Riau, Tiban, Taman Sari Hijau, Cipta Land, Lavender.

Dan juga Bengkong, Baloi, Kampung Utama, Jodoh Permai, dan lainnya,” jelas Denny.

Menanggapi keluhan yang diutarakan oleh masyarakat terkait gangguan air di beberapa lokasi perumahan di Kota Batam, salah satunya di Perumahan Happy Garden, Nagoya.

Dalam kesempatan pertama, Denny menjelaskan gangguan tersebut terjadi diakibatkan oleh kerusakan pipa.

Perbaikannya sendiri membutuhkan waktu dan cukup rumit, karena lokasi kerusakan terletak di median jalan yang sudah dicor dan digunakan sebagai lalu lintas utama.

“Sebagai langkah perbaikan, kami telah menemukan jalur pipa alternatif untuk memindahkan suplai ke kawasan Happy Garden.

Yaitu dengan jalan mengebor 1,5 meter di bawah jalan untuk menuju pipa utama yang lain,” ucapnya.***

Also Read