KARUNAKEPRI.COM, BATAM – Kegiatan Workshop Literasi dan Pelatihan Jurnalistik terus berlanjut, hal itu semakin meningkatkan semangat team bidang pendidikan PWI Batam juga semakin memupuk kekompakan diantara mereka demi satu tujuan,
“PWI hadir untuk menggiatkan kembali minat baca di kalangan pelajar agar tidak sampai redup, juga mengingatkan pentingnya literasi di tengah derasnya arus informasi digital”.
Bertempat di ruang Lab, Kepala sekolah SMPN 30, Sri Maria S.Si menyambut baik kedatangan tim bidang pendidikan PWI Batam yang telah hadir sejak pagi guna memberikan pelatihan Literasi dan pelatihan jurnalistik bagi sebanyak 100 siswa-siswi kelas 7 dan 8 sekolah SMPN 30 Bengkong, Batam. Rabu (14/1/2026).

“Kami sangat bersyukur atas kegiatan Literasi yang ditaja PWI Batam hari ini, karena terus terang kami sampaikan bahwa Literasi tahun kemarin di sekolah ini nilai Raport nya menurun, jadi ini merupakan anugerah bagi kami untuk bisa mengambil ilmu dan pengajaran dari PWI Batam, ungkap Sri Maria.
Untuk itu, bagi siswa-siswi yang ikut pelatihan saat ini, agar dapat mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Sebab 100 orang murid yang ikuti pelatihan saat ini merupakan pilihan dari total 1200 murid di SMPN 30 Batam, tegasnya.
Momentum hari pers nasional (HPN) 2026 yang akan digelar dikota serang Banten pada tanggal 9 februari nanti, Menjadi bara api semangat yang menyala di dada PWI kota Batam untuk berbuat dan ikut serta terlibat dalam dunia pendidikan agar anak-anak bisa belajar dengan baik serta para guru dapat mengajar dengan baik pula.
Hal ini tidak terlepas dari pada dukungan kuat Dinas pendidikan kota batam melalui arahan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) kota Batam Hendri Arulan terhadap kegiatan Literasi dan pelatihan Jurnalistik ini bagi seluruh Sekolah yang ada dikota Batam, untuk dapat dilakukan oleh PWI, khususnya bidang pendidikan dengan pemateri Harment Aditya.

Ketua PWI Kota Batam, Khavi Anshary dalam sambutannya membeberkan bahwa pendidikan adalah kerja kolektif, bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Termasuk kami di organisasi PWI Batam, yang kedepannya akan mulai pasang mata dan telinga untuk mempublish kegiatan prestasi anak disekolah dimanapun tempatnya.
Pesan Khavi kepada setiap murid, bahwa yang paling penting dari Literasi adalah pemahaman. Yakni kita harus paham apa yang dibaca dan tulis. Dengan pelatihan ini kami berharap kalian menjadi sosok yang tidak mudah percaya dan tidak gampang dibohongi oleh berita diluar sana serta tidak mudah tersinggung oleh tulisan di media sosial sehingga kalian menulis untuk membalas nya. Sehingga itu akan membawa dampak yang tidak baik dalam hidup kalian nantinya, ungkap Khavi.

Selanjutnya, pemateri Harment memaparkan kegiatan pelatihan ini dalam dua sesi.
Untuk sesi pertama, materi tentang Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Diharapkan dengan Literasi anak akan semakin pandai karena membaca adalah jendela dunia.
Berikut beberapa manfaat dari membaca:
1. Dapat mengurangi stres
2. Menambah wawasan pengetahuan
3. Menambah kosakata
4. Meningkatkan kualitas memori
5. Melatih keterampilan untuk berpikir dan menganalisa
6. Meningkatkan fokus dan konsentrasi
7. Melatih untuk dapat menulis dengan baik
8. Dapat membantu kita terhubung dengan dunia luar
9. Menjadi seorang lebih kritis

Pada sesi kedua, Harment mengajak siswa mengenal dunia jurnalistik sekolah: apa itu jurnalis, bagaimana menyusun berita, teknik wawancara, hingga latihan menulis.
“Diharapkan dengan adanya pelatihan singkat tentang literasi dan jurnalistik ini akan lahir duta literasi di sekolah SMPN 30 Bengkong Batam dan menjadikan mereka terampil untuk mengekspos segala hal positif dan prestasi disekolah sebagai wartawan cilik tentunya,” tutup Harment (ds)
Editor : Zabur








