Kadinkes Nilai Imunisasi Efektif Cegah Penyebaran Campak di Tanjungpinang

redaktur redaktur

Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin di Tanjungpinang saat pencanangan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) beberapa waktu lalu.(kemenkes).

KARUNAKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tanjungpinang, Rustam, menilai program imunisasi dijalankan pemerintah dinilai efektif mencegah penyebaran campak di Kota Tanjungpinang.

Hingga saat ini, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Tanjungpinang belum terjadi lonjakan kasus penyakit tersebut di Tanjungpinang.

Rustam mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari partisipasi masyarakat yang secara rutin membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan imunisasi di fasilitas kesehatan.

“Ini tentu tidak lepas dari partisipasi masyarakat yang memberikan imunisasi bagi buah hatinya,” ujar Rustam, Kamis 12 Maret 2026.

Menurutnya, imunisasi campak merupakan bagian dari program imunisasi nasional yang diberikan kepada anak pada usia tertentu sebagai perlindungan terhadap penyakit tersebut.

Ia menjelaskan imunisasi diberikan dalam tiga dosis utama.

Dosis pertama diberikan saat anak berusia 9 bulan sebagai perlindungan awal.

Selanjutnya, dosis penguat atau booster diberikan pada usia 15 hingga 18 bulan, serta dosis ketiga pada usia 5 hingga 7 tahun atau saat anak memasuki kelas 1 sekolah dasar.

“Imunisasi campak diberikan dalam tiga dosis utama,” ucapnya.

Rustam menyebut vaksin campak yang diberikan melalui program imunisasi relatif aman bagi anak-anak.

Efek samping yang muncul umumnya ringan, seperti demam setelah imunisasi dan merupakan kondisi yang wajar.

“Tidak menimbulkan efek samping yang berat bagi anak-anak,” tuturnya.

Selain vaksin campak, pemerintah juga menyediakan berbagai jenis imunisasi lain sesuai usia anak, seperti hepatitis B saat bayi baru lahir, serta vaksin untuk mencegah penyakit polio, pertusis, hingga diare berat.

Layanan imunisasi bagi bayi dan balita tersedia setiap bulan di posyandu maupun puskesmas.

Orang tua juga dapat memantau jadwal imunisasi anak melalui buku kesehatan ibu dan anak yang diberikan oleh petugas kesehatan.

“Setiap bulan ada, tetapi untuk anak memiliki jadwal tersendiri sesuai dengan umur mereka,” pungkasnya.***

Also Read