KARUNAKEPRI.COM, KEPRI – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan, meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kepri tergolong tinggi, namun kata dia indeks digitalisasi daerah masih menunjukkan fluktuasi.
Maka dari itu ia mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah di Provinsi Kepri.
Demikian dikatakan Gubernur Ansar saat memimpin High Level Meeting (HLM) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah bersama para Bupati dan Walikota se-Provinsi Kepulauan Riau.
Kegiatan HLM di gelar di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa 14 April 2026 lalu.
Rapat ini turut dihadiri secara langsung maupun virtual oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kepulauan Riau Rony Widijarto, Asisten Direktur BI Kepri Husni Mapain.
Dan juga Wakil Walikota Tanjungpinang Raja Ariza, serta perwakilan kepala daerah dan perbankan.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dalam arahannya menyoroti adanya fenomena paradoks dalam capaian pembangunan daerah.
“Kalau kita lihat dari data-data capaian, baik yang meningkat maupun yang menurun, ada semacam paradoks di Kepri ini.
Di satu sisi IPM kita sangat tinggi, tetapi indeks digitalisasi daerah masih fluktuatif,” ujar Ansar.
Ansar menegaskan pentingnya melakukan kajian mendalam terhadap setiap aspek penilaian agar dapat diketahui titik lemah yang perlu diperbaiki.
“Kalau dilihat dari data, ini bisa kita kaji pada setiap aspek yang menjadi indikator penilaian.
Di situlah kita bisa menentukan langkah konkret untuk memperbaiki capaian ke depan,” jelasnya.
Gubernur Ansar juga menekankan perlunya konsistensi dalam pelaksanaan High Level Meeting sebagai upaya percepatan digitalisasi daerah.
“Kita akan melaksanakan High Level Meeting ini secara rutin, minimal satu bulan sekali.
Hal ini, untuk melihat perkembangan dan percepatan indeks digitalisasi daerah di Kepulauan Riau,” ucap Ansar.***








