KARUNAKEPRI.COM, BATAM, KEPULAUAN RIAU – Di tengah hamparan gugusan pulau yang membentuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sebuah transformasi ekonomi sedang berdenyut kencang. Bukan sekadar angka pertumbuhan, melainkan pergeseran menuju ekosistem yang lebih inklusif dan religius. Festival Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026 yang digagas oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kepri menjadi panggung utama bagi para pejuang ekonomi syariah untuk unjuk gigi.
Nafas Syariah dalam Gurihnya Olahan Ikan
Bagi Mariani, pemilik usaha Azzuri, ekonomi syariah bukan sekadar label halal di kemasan. Usaha olahan ikan lautnya yang berbasis di Kepri kini menjadi bagian dari wajah baru “ekonomi biru” yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan kekayaan bahari lokal, Mariani mengubah ikan hasil tangkapan nelayan menjadi produk bernilai tambah tinggi yang diminati hingga ke luar daerah.
“Melalui pendampingan dari Bank Indonesia, kami tidak hanya diajarkan cara mengolah ikan dengan standar ekspor, tetapi juga bagaimana mengelola keuangan secara syariah,” ujar Mariani saat ditemui di sela-sela kemeriahan KURMA 2026.
Keikutsertaannya dalam festival ini membuka akses pasar yang lebih luas dan mempertemukannya dengan mitra strategis melalui sesi business matching yang menjadi agenda unggulan.
Kemandirian Pangan dari Tangan Dingin Sutrisno
Tak hanya di sektor kelautan, sektor pertanian pun menunjukkan taringnya. Di bawah komando Sutrisno, Kelompok Tani (Poktan) Maju Jaya berhasil membuktikan bahwa budidaya cabai merah bisa menjadi penopang ekonomi keluarga yang menjanjikan. Sebagai salah satu komoditas pemicu inflasi, kemandirian produksi cabai merah di Kepri sangat krusial bagi stabilitas harga di pasar.
Sutrisno dan kelompoknya mengadopsi prinsip ekonomi syariah yang menekankan pada keberkahan hasil bumi dan kejujuran dalam berdagang. Bank Indonesia hadir melalui bantuan teknis dan penyediaan informasi KPJU Unggulan untuk memastikan produktivitas tetap terjaga meski cuaca tak menentu.
Kehadiran KURMA 2026 menjadi momentum bagi Sutrisno untuk memasok kebutuhan cabai merah warga selama bulan suci dengan harga yang lebih terjangkau namun tetap menguntungkan bagi petani.
Digitalisasi Transaksi: QRIS Sebagai Jembatan Keberkahan
Salah satu sorotan utama dalam pemberdayaan UMKM di Kepri adalah efektivitas penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Bank Indonesia terus mendorong penggunaan QRIS sebagai pintu masuk UMKM ke dalam ekosistem digital.
Transaksi Real-Time: Pembayaran melalui QRIS memungkinkan transaksi dilakukan secara instan, aman, dan tanpa perlu repot dengan uang kembalian.
Rekam Jejak Digital: Setiap transaksi yang tercatat membantu UMKM seperti Azzuri dan Poktan Maju Jaya membangun profil kredit mereka di mata lembaga keuangan syariah.
Efisiensi Bisnis: Digitalisasi ini mengurangi peredaran uang tunai dan meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan usaha melalui alat pendukung seperti Aplikasi SI APIK.
Pada Festival KURMA 2026, hampir seluruh transaksi dilakukan secara non-tunai menggunakan QRIS. Langkah ini terbukti efektif dalam mempermudah pengunjung yang ingin memborong produk olahan ikan Mariani maupun cabai segar dari kelompok Sutrisno. Festival ini mencatatkan omzet miliaran rupiah dalam waktu singkat, membuktikan bahwa integrasi antara ekonomi syariah dan teknologi digital adalah kunci pertumbuhan masa depan.
Sinergi Menuju Kepri yang Berkah
Kepala Perwakilan BI Kepri Rony Widijarto, menegaskan bahwa penguatan UMKM syariah merupakan pilar penting dalam mewujudkan sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah. Dengan fokus pada tiga strategi besar—penguatan produk halal, literasi keuangan, dan inklusi ekonomi—Kepulauan Riau optimis dapat menjadi hub ekonomi syariah di wilayah barat Indonesia.
Keberhasilan Mariani dengan produk Azzuri-nya dan Sutrisno bersama Poktan Maju Jaya hanyalah secuil potret dari ribuan UMKM di Kepri yang mulai naik kelas. Di bawah naungan semangat syariah dan dukungan penuh Bank Indonesia melalui inovasi seperti QRIS dan Festival KURMA, ekonomi Kepulauan Riau kini tak hanya tumbuh, tapi juga kian berkah bagi seluruh masyarakatnya. (Dedi)
Editor : Zabur








