Kemendagri Terapkan Metode Deteksi Keaslian Wajah Guna Percepat Aktivasi Identitas Kependudukan Digital

redaktur redaktur

Wamendagri, Bima Arya.

KARUNAKEPRI.COM, JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menerapkan metode deteksi keaslian wajah atau liveness detection mulai tahun ini untuk mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Langkah ini diambil guna mengejar target aktivasi IKD sebesar 20 persen pada 2026, sekaligus memastikan keamanan data penduduk dari manipulasi teknologi.

“Kalau liveness detection ini kemudian berjalan dengan baik maka aktivasi IKD akan melonjak.

Targetnya tahun ini 20 persen,” ucap Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya saat rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir antaranews.com, Senin, 20 April 2026.

Bima Arya mengakui saat ini aktivasi IKD masih di bawah 10 persen karena masyarakat belum merasa wajib menggunakan aplikasi tersebut.

Melalui sistem liveness detection, proses verifikasi diharapkan menjadi lebih mudah namun tetap aman karena pengguna cukup melakukan swafoto (selfie) untuk mengonfirmasi identitas aslinya.

“Agar semuanya bisa dikonfirmasi ketika membuat KTP, ketika membuat IKD itu betul-betul orangnya.

Tidak robot, bukan fake (palsu). Ini teknologi liveness detection, jadi langsung selfie dan kemudian terkonfirmasi bahwa itu bukan fake dan bukan robot,” jelasnya.***

 

Also Read