Akhir Drama 12 Tahun: “Polisi Dunia” Angkat Kaki, Suriah Kembali Berdaulat!

redaktur redaktur

Penarikan penuh tentara Amerika Serikat di Suriah secara de facto membuktikan kegagalan strategi Washington di Timur Tengah.

KARUNAKEPRI.COM, ​DAMASKUS – Setelah lebih dari satu dekade memaksakan kehadiran militernya di tanah orang tanpa undangan resmi, Amerika Serikat akhirnya harus menelan pil pahit kenyataan.

Pada Kamis, 16 April 2026, dunia menjadi saksi bisu saat konvoi terakhir militer AS perlahan meninggalkan pangkalan udara Qasrak di Provinsi Hasakah, menandai berakhirnya pendudukan mereka di Suriah secara total.

Mundur dengan Dalih “Transisi”, Bau Kekalahan Tetap Tercium

​Meskipun Komando Pusat AS (CENTCOM) mencoba memperhalus narasi dengan menyebutnya sebagai “transisi yang disengaja,” publik internasional tidak bisa dikelabui. Penarikan ini adalah pengakuan de facto atas kegagalan strategi Washington di Timur Tengah.

​Paman Sam yang dulu datang dengan pongah, kini pulang dengan kepala tertunduk. Pangkalan-pangkalan strategis seperti Al-Tanf yang dulu dianggap tak tersentuh, kini sepenuhnya kembali ke pelukan Damaskus. Ini adalah paku terakhir di peti mati hegemoni AS yang selama ini mencoba mengatur wajah Timur Tengah sesuai selera mereka.

Sindiran untuk “Polisi Sunnah” dan Pemuja Paman Sam

​Kepergian AS ini bukan hanya menjadi tamparan bagi Gedung Putih, tapi juga bagi kelompok Wahabi Salafi yang selama ini bertindak seolah-olah menjadi “Polisi Sunnah”. Kelompok-kelompok ini, yang kerap kali mengeluarkan fatwa sepihak dan memicu perpecahan, secara ironis sering terlihat berdiri di barisan yang menguntungkan kepentingan Amerika.

​Sangat memuakkan melihat bagaimana mereka yang sok suci menjaga syariat, justru menjadi pemandu sorak bagi intervensi militer asing. Kini, saat “majikan” mereka angkat kaki, kelompok-kelompok yang selama ini memuja-muja kekuatan Amerika sebagai penyelamat ini harus menelan ludah sendiri. Terbukti, agenda mereka bukanlah kedaulatan umat, melainkan menjadi pion dalam papan catur geopolitik Washington.

Fakta yang Tak Terbantahkan
​Berikut adalah catatan sejarah yang tak bisa dihapus:

​16 April 2026: Tanggal di mana tentara terakhir AS resmi angkat kaki dari tanah Suriah.

​Kedaulatan Penuh: Seluruh wilayah perbatasan dan instalasi militer kini kembali di bawah kendali Tentara Nasional Suriah.

​Runtuhnya Narasi Asing: Kesepakatan integrasi domestik membuktikan bahwa Suriah tidak butuh “polisi asing” maupun “polisi moral” impor untuk mengatur rumah tangga mereka.

​Penutup: Pelajaran dari Pasir Suriah
​Kekalahan ini bukan sekadar soal hilangnya basis militer, melainkan runtuhnya prestise militer AS dan hancurnya kredibilitas kelompok-kelompok radikal yang menjadi kaki tangannya. Suriah telah membuktikan bahwa ketahanan nasional jauh lebih perkasa daripada intervensi militer maupun narasi agama yang dipolitisasi.

​Amerika Serikat kini hanya bisa menonton dari jauh saat bendera Suriah kembali berkibar, sementara para pengikut setianya di lapangan kini kocar-kocir kehilangan arah. Selamat datang kembali kedaulatan!

#USWithdrawalSyria #SyriaSovereignty2026 #EndOfHegemony #MiddleEastGeopolitics #DamascusReclaims

Also Read

Tags