KARUNAKEPRI.COM, KALTIM – Pengadaan mobil dinas baru untuk Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, senilai Rp 8,5 miliar memicu polemik di masyarakat.
Kendaraan jenis SUV mewah tersebut disorot berbagai pihak lantaran dinilai kontras dengan semangat efisiensi anggaran daerah.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, memastikan bahwa pengadaan mobil tersebut telah melalui pertimbangan matang berdasarkan kebutuhan kedinasan.
Dan juga efektivitas kerja kepala daerah dalam melayani masyarakat.
Ia menegaskan, bahwa kendaraan operasional tersebut bukan sekadar fasilitas mewah, melainkan sarana vital untuk menjangkau wilayah dengan karakteristik geografis ekstrem di Kaltim.
“Pak Gubernur berkomitmen untuk memantau langsung setiap permasalahan di pelosok. Contohnya saat kunjungan ke Bongan, beliau ingin melihat sendiri kondisi jalan yang dikeluhkan warga.
Untuk mencapai titik-titik krusial dengan medan seberat itu, dibutuhkan kendaraan yang andal dan representatif,” ujar Sri Wahyuni, di Samarinda, Jumat 20 Februari 2026.
Mengenai besaran anggaran Rp8,5 miliar untuk jenis kendaraan SUV hybrid bermesin 3.000 cc tersebut, pihak Pemprov Kaltim melalui BPKAD sebelumnya telah mengklarifikasi bahwa pengadaan ini tetap berpegang pada prinsip value for money dan efisiensi jangka panjang.
Meskipun Pemprov sempat mencanangkan penghentian pengadaan kendaraan dinas pada Tahun Anggaran 2025, pengadaan untuk pimpinan daerah ini disebut sebagai pengecualian proporsional guna mendukung fungsi VVIP dan pelayanan tamu negara.
“Kondisi jalur di Kaltim seringkali berlumpur dan berbatu.
Kendaraan multifungsi dengan kemampuan off-road yang mumpuni sangat diperlukan agar agenda kerja pimpinan tidak terhambat kendala teknis di lapangan,” lanjutnya.
Berdasarkan data sistem Inaproc Pemprov Kaltim, kendaraan tersebut memiliki spesifikasi mesin 2.996 cc dengan tenaga 434 HP.
Mobil ini merupakan jenis SUV Hybrid yang dilengkapi baterai berkapasitas 38,2 kWh dan torsi mencapai 620 Nm.
Penelusuran spesifikasi tersebut merujuk pada unit Land Rover Defender Octa, sebuah SUV ultra-mewah yang dikenal memiliki kemampuan off-road ekstrem namun tetap representatif untuk kegiatan protokoler.***








