KARUNAKEPRI.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berupaya mengusahakan untuk pemulangan nelayan Natuna yang ditangkap pihak Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).
Para nelayan berjumlah 8 orang itu, ditangkap diduga melaut menggunakan 3 kapal karena telah melaut memasuki perairan Malaysia.
Demikian dikatakan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepulauan Riau Doli Boniara.
Selain upaya pemulangan nelayan, kata Doli, pihak Pemprov juga saat ini fokus membantu keluarga nelayan yang ditangkap untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
Doli Boniara juga menggelar konferensi pers bersama Konsulat Jenderal RI Kuching mengatakan APMM menangkap 8 orang nelayan asal Natuna yang melaut menggunakan 3 kapal pada Jumat (19/04) lalu.
“Saat ini kita masih menunggu titik koordinat dimana mereka ditangkap, apakah benar di laut Malaysia atau tidak, karena ada perbedaan persepsi antara nelayan dan pihak Malaysia,” kata Doli.
Saat ini, Doli Boniara mengatakan fokus Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau adalah membantu keluarga nelayan yang ditangkap untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
“Karena para nelayan itu adalah tulang punggung keluarga jadi sekarang kita fokus hubungi dan bantu keluarganya dulu,” katanya.
Lalu terkait langkah hukum , Doli mengatakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau meyerahkannya ke Konjen RI di Kuching yang bisa mendampingi langsung para nelayan tersebut.
“Kita percayakan ke konjen, dari pengalaman sebelumnya sangat jarang sampai persidangan, namun kita sudah mempersiapkan rencana pemulangan mereka,” kata Doli.
Untuk mencegah kejadian serupa berulang, Doli mengungkapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan segera mensosialisasikan kepada nelayan di Kepri khususnya yang diperbatasan tentang batas negara dan sejauh mana mereka boleh melaut. ***